Tes Rapid Periodik, Demi Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman

By admin

Penambahan kasus tersebut, membuat warga Jakarta lebih waspada.Terlihat dari tempat hiburan, pusat perbelanjaan, dan perkantoran yang mulai menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, pembatasan jarak sosial, dan tes rapid periodik.

Tes rapid periodik juga dilakukan oleh GMT Property Management yang bekerja sama dengan KJP Medical Centre, demi memastikan seluruh karyawan dalam keadaan sehat agar terciptanya lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Yunn Bali, Presiden GMT Property Management menyatakan,“Terciptanya lingkugan kerja yang aman dan nyaman, dimulai dari keadaan karyawannya, jika karyawannya sehat, bisa tetap produktif, dan dari situlah kenyamanan akan terasa”.

“kenyamanan di kantor tentunya membawa dampak positif kedepannya, karena diskusi dengan rekan kerja lancar, kerjaan cepat selesai, dan masih banyak lagi”, tambah Yunn Bali ketika ditemui di gedung GMT Property.

Lingkungan kerja yang aman dan nyaman menjadi dambaan semua karyawan, makadari itu GMT Property Management selalu menerapkan protokol kesehatan di kantor, yang berlaku bagi semua, agar karyawan selalu dalam keadaan sehat, dan bisa melakukan tindakan preventif.

Seperti kita tahu, tindakan preventif (pencegahan),tentu lebih baik dari pada kuratif (Pengobatan), karena dalam beberapa kasus, keluhan klinis jarang terasa pada pasien yang sebenarnya memiliki penyakit serius seperti jantung, stroke, kanker, bahkan Covid-19.

Hal inilah yang mendasari GMT Property Managemen tuntuk membuat karyawannya peduli akan kesehatan, ditambah lagi para karyawannya yang mayoritas masih dalam usia produktif, jadi ada banyak kegiatan yang harus dilakukan, seperti mendapatkan income atau sekadar bersosialisasi. Maka dari itu kesehatan merupakan faktor pendukung untuk melakukan berbagai macam kegiatan tersebut.

Kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta kian meningkat, pada tanggal 10 Desember 2020, sudah bertambah sebanyak 1180 kasus. Melansir dari kompas.com, terdapat 11.772 pasien yang masih berstatus dalam perawatan atau menjalani isolasi, jika diakumulasikan dengan kasus sebelumnya, angkanya mecapai 149.018 dengan penambahan kasus tersebut,